Apr 13
Mas IptekPopuler efek rumah kaca, gas rumah kaca, global warming, pemanasan global
Kalimat “Stop Global Warming!” mungkin sudah tak asing lagi ditelinga kita. Diberbagai media tema ini sudah sering menjadi topik hangat untuk diulas dan didiskusikan. Tapi sebagian orang masih sering salah ucap menjadi global warning, meskipun maksudnya sama. Maka tak ada salahnya saya menulis dan merangkum lagi tema ini, untuk menyegarkan kembali ingatan kita.
Apakah Global Warming?
Pemanasan global(global warming) merupakan peningkatan temperatur global rata-rata bumi, yang pada akhirnya akan mengakibatkan perubahan iklim. Kejadian alam dan aktivitas manusia dipercayai sebagai penyebab meningkatnya temperatur rata-rata bumi tersebut. Permukaan bumi telah bertambah panas sekitar 1,1o F selama kurun waktu 100 tahun terakhir.

Permukaan bumi kita diselimuti lapisan atmosfir yang sangat tebal. Dalam lapisanatmosfir inilah seluruh makhluk hidup tinggal dan berkembang biak. Lapisan atmosfir (terutama lapisan ozon) ini berfungsi menyaring sinar-sinar yang berbahaya dari luar angkasa dan juga sebagai penghantar panas yang menyalurkan panas yang diterima bumi dari cahaya matahari dan radiasi infra merah yang berasal dari matahari. Atmosfir inilah yang berperan besar menciptakan iklim di permukaan bumi. Bila komponen-komponen pembentuk atmosfir ini dirubah maka akan merubah sifat-sifat penghantar panasnya. Beberapa jenis gas bersifat mengikat panas. Bila jumlah komponen gas-gas yang mengikat panas tersebut meningkat, maka akan terjadi peningkatan panas di muka bumi.dalam bumi.
Peningkatan Suhu Muka Bumi
Peningkatan temperatur rata-rata bumi, umumnya disebabkan oleh efek rumah kaca dimana panas yang diterima bumi dari matahari tidak dapat dipancarkan kembali karena terperangkap oleh senyawa gas tertentu yang terdapat di udara. Senyawa gas tersebut antara lain uap air, Karbon dioksida(CO2), Metana(CH4), Nitrogen Oksida(NOx), Ozon(O3), Kloroflorocarbon(CFC) dan sejumlah gas lainnya. Gas-gas ini biasa disebut gas rumah kaca.

Manusia berperanan besar dalam mempengaruhi tingkat pencemaran udara. Asap kendaraan, asap pabrik dan asap pembakaran pusat-pusat pembangkit listrik di kota-kota besar salah satu sumber pencemaran yang dilakukan manusia.Penebangan hutan yang tidak terkendali mengakibatkan berkurangnya sarana penyaringan udara, dan keadaan tersebut pun mengakibatkan terganggunya siklus air.
Ketika kita menonton tv, menggunakan AC, menyalakan lampu, menggunakan hair dryer, memasak makanan dengan microwave dan penggunaan listrik lainnya secara berlebihan, kita juga ikut andil dalam menambah tingkat efek rumah kaca. Kegiatan ini semua memerlukan penggunaan tenaga listrik yang umumnya dihasilkan oleh bahan bakar minyak bumi atau batu bara. Penggunaan listrik yang berlebihan memerlukan lebih banyak bahan bakar dan batu bara yang berarti lebih menambah pencemaran. Sampah yang kita buang pun dapat menambah pencemaran, karena sampah tersebut dapat menghasilkan gas metana yang merupakan salah satu gas yang dapat mengakibatkan efek rumah kaca.
Naiknya Permukaan Air Laut
Akibat meningkatnya suhu permukaan bumi, maka akan dapat mempengaruhi lapisan es di kutub. Diperkirakan pada tahun 2030 permukaan air laut akan meningkat 20cm akibat mencairnya es dan mengembangnya air akibat pemanasan. Hal ini akan menenggelamkan daerah pantai dan meningkatkan kemungkinan timbulnya banjir yang parah di berbagai belahan dunia. Orang-orang yang tinggal di Asia, Mesir, Denmark dan wilayah Asia Tenggara yang paling beresiko. Jutaan orang akan kehilangan tempat tinggal dan kampung halamannya. Di Inggris, daerah yang paling rentan terhadap naiknya permukaan laut adalah daerah Inggris Tenggara.
Menipisnya lapisan Ozon sebenarnya tidak mempengaruhi pemanasan global secara langsung. Namun akibat menipisnya lapisan ozon akan mengakibatkan semakin banyak sinar ultra violet yang masuk dan sampai ke permukaan bumi.
Sinar ultra violet yang berlebihan akan mematikan phitoplangton di laut yang berfungsi mendaur ulang gas karbondioksida seperti layaknya hutan-hutan di daratan.
Dampak Pemanasan Global
Kadang kala perubahan yang kecil dapat memberi dampak yang besar. Sebagai contoh bila seseorang tidak menggosok giginya dalam satu hari, tidak akan terjadi perubahan yang banyak pada giginya namun kalau ia tidak menggosok giginya selama sebulan tentunya ia dapat menderita sakit gigi. Hal yang sama dapat terjadi dengan perubahan temperatur global. Jika temperatur meningkat diatas normal dalam beberapa hari tidak akan menimbulkan masalah yang berarti. Namun jika peningkatan temperatur itu terjadi pada waktu yang panjang maka bumi akan mengalami masalah yang serius.

Temperatur global rata-rata telah meningkat sekitar 1oF dalam 100 tahun terakhir. Para ahli memperkirakan temperatur global rata-rata akan naik 2-6oF untuk 100 tahun kedepan. Kelihatannya perubahan ini tidak banyak, tapi hal ini dapat merubah iklim bumi jauh dari seperti sebelumnya. Di puncak zaman es (18.000 tahun yang lalu) temperatur global bumi cuma 7oF lebih dingin dari keadaansekarang dan es menutupi sebagian besar Benua Amerika Utara.
Akibat lain adalah penyimpangan variabilitas iklim, ketika musim hujan air hujan akan lebih banyak atau bisa kurang, sebaliknya musim kemarau harusnya kurang hujan,justru hujan masih banyak. Juga awal,berakhirnya,sertaperiode musim hujan/kemarau sering menyimpang dari kebiasaannya
Perubahan temperatur sekecil apapun dalam waktu yang lama dapat merubah iklim. Secara global panas akan naik dan hujan lebih banyak turun karena terjadi lebih banyak penguapan. Namun disetiap daerah akan mengalami pengaruh yang berbeda akibat perubahan iklim tersebut yang tentunya akan memberikan akibat yang berbeda pula. Diantaranya yang terparah adalah :
- Peningkatan suhu permukaan bumi.
- Naiknya permukaan laut lebih cepat.
- Gelombang panas dan kekeringan yang mengakibatkan berkurangnya sumber-sumber air.
- Bencana alam yang dahsyat seperti banjir dan erosi.
- Meningkatnya potensi terjangkitnya penyakit yang diakibatkan oleh panas dan penyebaran penyakit menular yang disebabkan oleh serangga dan tikus didaerah-daerah yang sebelumnya tidak terdapat penyakit tersebut.
- Punahnya berbagai hewan dan tumbuhan yang tidak mampu bertahan akibat perubahan iklim.
- Perubahan siklus cuaca yang berpengaruh kepada sector ekonomi dengan berubahnya jadwal bercocok tanam terutama di negara-negara berkembang karena belum tersedianya satana pengairan yang baik.
Reduce, Reuse, Recycle + Repair
Kita semua dapat berperan dalam mencegah atau menanggulangi dampak pemanasan global. Sebenarnya sederhana saja, yaitu dengan mengurangi atau menghentikan pemakaian barangbarang yang menimbulkan gas rumah kaca dan menggunakan energy sehemat mungkin.

Anda pasti sudah pernah mendengar istilah 3R diatas yang sering didengungkan oleh banyak pencinta lingkungan. 3R itu adalah Reduce, Reuse and Recycle. Kita akan tambahkan 3R tersebut menjadi 4R dengan adanya Repair.
Reduce berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online, dan lainnya.

Reuse sendiri berarti pemakaian kembali seperti contohnya memberikan baju-baju bekas anda ke yatim piatu. Tapi yang paling dekat adalah memberikan baju yang kekecilan pada adik atau saudara anda, selain itu baju-baju bayi yang hanya beberapa bulan dipakai masih bagus dan bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan.
Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah anda, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Daur ulang secara besar-besaran belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Tempat sampah yang membedakan antara organik dan non-organik saja tidak jalan. Malah akhirnya lebih banyak gerilyawan lingkungan yang melakukan daur ulang secara kreatif dan menularkannya pada banyak orang dibandingkan pemerintah.
Repair menjadikan 3R menjadi 4R. Repair memang banyak dilupakan oleh banyak orang, dan ini sebenarnya adalah hal yang terpenting di Indonesia. Repair adalah usaha perbaikan demi lingkungan. Contoh memperbaiki barang-barang yang rusak agar bisa kita gunakan kembali seperti sepatu jebol yang kita perbaiki karena dengan begitu kita tidak perlu membeli sepatu baru. Hal lain yang lebih besar adalah reboisasi atau perbaikan lahan kritis karena dengan ini kita bisa memiliki daerah resapan yang lebih besar dan menahan limpahan air yang bisa menyebabkan longsor. Penanaman bakau juga merupakan perbaikan lingkungan. Vulkanisir ban juga repair sehingga dapat kita reuse.
Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangu dampak global warming :
- Hindari membakar sampah, karena akan menghasilkan CO2.
- Cek kendaraan anda secara rutin agar dapat bekerja efisien dan mengontrol emisi gas buang.
- Gunakan kendaraan bermotor seperlunya saja, jika memungkinkan gunakanlah sepeda.
- Matikan lampu atau peralatan listrik lainnya jika tidak digunakan, dan jangan tinggalkan air menetes. Peralatan tersebut mungkin tidak menimbulkan gas rumah kaca, tetapi pembangkit tenaga listriknya barangkali menggunakan bahan bakar yang menghasilkan gas rumah kaca.
- Lakukan daur ulang. Sampah yang tidak didaur ulang akan menumpuk dan menghasilkan gas metana. Selain itu barang-barang yang didaur ulang butuh energy yang lebih sedikit daripada memproduksi dari awal.
- Tanamlah pohon atau tanaman lainnya, karena pohon dapat menghirup karbondioksida (CO2) dan menghasilkan oksigen(O2).
- Gunakan lampu hemat energy.
- Hemat pemakaian kertas. Manfaatkan kertas bekas, atau tinggalkan pemakaian kertas sama sekali dan beralih kepada email atau software untuk laporan internal. Cetak laporan hanya jika diperlukan.
Nah, itu adalah hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah atau mengurangi dampak pemanasan global. Sebarkan informasi ini seluas-luasnya. Mulailah dari diri sendiri, dari hal-hal yang kecil, sekarang juga.
(dari berbagai sumber)
Apr 11
Mas IptekUncategorized
Skala Richter
Skala Richter atau SR didefinisikan sebagai logaritma (basis 10) dari amplitudo maksimum, yang diukur dalam satuan mikrometer, dari rekaman gempa oleh instrumen pengukur gempa (seismometer) Wood-Anderson, pada jarak 100 km dari pusat gempanya. Sebagai contoh, misalnya kita mempunyai rekaman gempa bumi (seismogram) dari seismometer yang terpasang sejauh 100 km dari pusat gempanya, amplitudo maksimumnya sebesar 1 mm, maka kekuatan gempa tersebut adalah log (10 pangkat 3 mikrometer) sama dengan 3,0 skala Richter. Skala ini diusulkan oleh fisikawan Charles Richter.
Untuk memudahkan orang dalam menentukan skala Richter ini, tanpa melakukan perhitungan matematis yang rumit, dibuatlah tabel sederhana seperti gambar di bawah ini. Parameter yang harus diketahui adalah amplitudo maksimum yang terekam oleh seismometer (dalam milimeter) dan beda waktu tempuh antara gelombang-P dan gelombang-S (dalam detik) atau jarak antara seismometer dengan pusat gempa (dalam kilometer). Dalam gambar di bawah ini dicontohkan sebuah seismogram mempunyai amplitudo maksimum sebesar 23 milimeter dan selisih antara gelombang P dan gelombang S adalah 24 detik maka dengan menarik garis dari titik 24 dt di sebelah kiri ke titik 23 mm di sebelah kanan maka garis tersebut akan memotong skala 5,0. Jadi skala gempa tersebut sebesar 5,0 skala Richter.

Skala Richter pada mulanya hanya dibuat untuk gempa-gempa yang terjadi di daerah Kalifornia Selatan saja. Namun dalam perkembangannya skala ini banyak diadopsi untuk gempa-gempa yang terjadi di tempat lainnya.
Skala Richter ini hanya cocok dipakai untuk gempa-gempa dekat dengan magnitudo gempa di bawah 6,0. Di atas magnitudo itu, perhitungan dengan teknik Richter ini menjadi tidak representatif lagi.
Perlu diingat bahwa perhitungan magnitudo gempa tidak hanya memakai teknik Richter seperti ini. Kadang-kadang terjadi kesalahpahaman dalam pemberitaan di media tentang magnitudo gempa ini karena metode yang dipakai kadang tidak disebutkan dalam pemberitaan di media, sehingga bisa jadi antara instansi yang satu dengan instansi yang lainnya mengeluarkan besar magnitudo yang tidak sama.

Skala
Richter |
Efek Gempa |
| < 2.0 |
Gempa kecil , tidak terasa |
| 2.0-2.9 |
Tidak terasa, namun terekam oleh alat |
| 3.0-3.9 |
Seringkali terasa, namun jarang menimbulkan kerusakan |
| 4.0-4.9 |
Dapat diketahui dari bergetarnya perabot dalam ruangan, suara gaduh bergetar. Kerusakan tidak terlalu signifikan. |
| 5.0-5.9 |
Dapat menyebabkan kerusakan besar pada bangunan pada area yang kecil. Umumya kerusakan kecil pada bangunan yang didesain dengan baik |
| 6.0-6.9 |
Dapat merusak area hingga jarak sekitar 160 km |
| 7.0-7.9 |
Dapat menyebabkan kerusakan serius dalam area lebih luas |
| 8.0-8.9 |
Dapat menyebabkan kerusakan serius hingga dalam area ratusan mil |
| 9.0-9.9 |
Menghancurkan area ribuan mil |
> 10.0
|
Belum pernah terekam |
Skala Mercalli
Skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi yang diciptakan oleh vulkanologis dari Italia bernama Giuseppe Mercalli pada 1902. Skala Mercalli dibagi menjadi 12 bagian berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat dan membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut. Oleh itu, skala Mercalli sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain. Saat ini penggunaan skala Richter lebih luas digunakan untuk untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

Skala Modifikasi Mercalli
- Tidak terasa
- Terasa oleh orang yang berada di bangunan tinggi
- Getaran dirasakan seperti ada kereta yang berat melintas.
- Getaran dirasakan seperti ada benda berat yang menabrak dinding rumah, benda tergantung bergoyang.
- Dapat dirasakan di luar rumah, hiasan dinding bergerak, benda kecil di atas rak mampu jatuh.
- Terasa oleh hampir semua orang, dinding rumah rusak.
- Dinding pagar yang tidak kuat pecah, orang tidak dapat berjalan/berdiri.
- Bangunan yang tidak kuat akan mengalami kerusakan.
- Bangunan yang tidak kuat akan mengalami kerusakan tekuk.
- Jembatan dan tangga rusak, terjadi tanah longsor.
- Rel kereta api rusak.
- Seluruh bangunan hancur dan hancur lebur.
Sumber: Wikipedia.org
Apr 11
Mas IptekUncategorized
Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi(nirkabel) tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. Wi-Fi adalah salah satu standard wireless networking. Dengan menggunakan peralatan yang sesuai, kita bisa terkoneksi ke jaringan tanpa menggunakan kabel.

Sejarah singkat Wi-Fi
Teknologi Internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat. Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi/standar WLAN pertama yang diberi kode 802.11. Peralatan yang sesuai standar 802.11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4GHz, dan kecepatan transfer data (throughput) teoritis maksimal 2Mbps. Teknologi ini terus berkembang dari tahun ketahun hingga sekarang.
Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).
Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah merupakan hal biasa di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para penggila Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, di kafe-kafe dan mall sudah bukan merupakan hal yang asing. Apalagi dengan semakin populernya situs jejaring social semacam facebook, friendster, twitter dan sebagainya
Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Juga salah satu kelebihan dari Wi-Fi adalah kecepatannya yang beberapa kali lebih cepat dari modem kabel yang tercepat. Jadi pemakai Wi-Fi tidak lagi harus berada di dalam ruang kantor untuk bekerja.

Wi-Fi umumnya hanya dapat di akses dengan komputer, laptop, PDA atau ponsel yang telah dikonfigurasi dengan Wi-Fi certified Radio. Untuk Laptop, pemakai dapat menginstall Wi-Fi PC Cards yang berbentuk kartu di PCMCIA Slot yang telah tersedia. Untuk PDA, pemakai dapat menginstall Compact Flash format Wi-Fi radio di slot yang telah tersedia. Bagi pengguna yang komputer atau PDA – nya menggunakan Windows XP, hanya dengan memasangkan kartu ke slot yang tersedia, Windows XP akan dengan sendirinya mendeteksi area disekitar Anda dan mencari jaringan Wi-Fi yang terdekat dengan Anda. Amatlah mudah menemukan tanda apakah peranti tersebut memiliki fasilitas Wi-Fi, yaitu dengan mencermati logo Wi-Fi CERTIFIED pada kemasannya. Meskipun Wi-Fi hanya dapat diakses ditempat yang bertandakan “Wi-Fi Hotspot”, jumlah tempat-tempat umum yang menawarkan “Wi Fi Hotspot” meningkat secara drastis. Hal ini disebabkan karena dengan dijadikannya tempat mereka sebagai “Wi-Fi Hotspot” berarti pelanggan mereka dapat mengakses internet yang artinya memberikan nilai tambah bagi para pelanggan. Layanan Wi-Fi yang ditawarkan oleh masing-masing “Hots Spot” pun beragam, ada yang menawarkan akses secara gratis seperti halnya di executive lounge Bandara, ada yang mengharuskan pemakainya untuk menjadi pelanggan salah satu ISP yang menawarkan fasilitas Wi-Fi dan ada juga yang menawarkan kartu pra-bayar. Apapun pilihan Anda untuk cara mengakses Wi-Fi, yang terpenting adalah dengan adanya Wi-Fi, Anda dapat bekerja dimana saja dan kapan saja hingga Anda tidak perlu harus selalu terkurung di ruang kerja Anda untuk menyelesaikan setiap pekerjaan.

Akses internet menggunakan kabel secara teori jauh lebih stabil ketimbang menggunakan WiFi. WiFi sendiri sebetulnya dirancang untuk penggunaan di dalam ruangan indoor, seperti kita lihat di mall-mall atau di cafe-cafe, ada areal-areal yang tertera tulisan hotspot. Kalau kita membawa laptop atau PDA yang memiliki fitur WiFi ini, kita bisa berinternet ria di areal tersebut.
Lalu, kok di kota-kota yang banyak warnetnya itu, masih banyak juga yang menggunakan WiFi di luar ruangan (outdoor)? Di satu sisi, ini sebenarnya bukti bahwa masyarakat Indonesia itu kreatif. Perangkat yang harusnya bekerja di dalam ruangan (indoor), disulap sedemikian rupa, dimasukkan kotak yang tahan air, dipasangi antenna tambahan sehingga jangkauannya lebih jauh.
Tapi, jangan bangga dulu, karena ini salah satu bukti bahwa infrastruktur kabel di negara kita ini sangat buruk. Berbagai jenis kabel di atas itu, hanya tersedia di kota-kota besar di Jawa saja. Itupun tidak menjangkau ke seluruh kota.
Beberapa kelemahan WiFI
Makin banyak pengguna yang terhubung ke access point, kemampuan perangkat WiFi semakin menurun. Hal ini disebabkan perangkat WiFi dapat berkomunikasi hanya dengan satu perangkat lainnya dalam satu waktu yang bersamaan. Perangkat lainnya harus mengantri, sehingga semakin banyak pengguna, antrian akan semakin panjang, dan mengakibatkan turunnya kemampuan.
WiFi juga terkadang sulit diimplementasikan karena WiFi menuntut kondisi line of sight, artinya, di antara perangkat yang berada di base station dan di tempat pelanggan tidak boleh ada halangan. Karena itu, untuk penggunaan WiFi secara oudoor, sering kali dibutuhkan adanya tower yang cukup tinggi. Banyaknya pengguna WiFi di suatu area tertentu juga bisa menyebabkan inteferensi, karena kanal gelombang yang digunakan bersamaan dan timpang tindih.
Akhirnya, WiFi menjadi alternatif satu-satunya di banyak daerah, termasuk juga di kota-kota besar, seiring juga banyaknya tumbuh ISP-ISP kecil atau yang lebih kecil lagi yang sering disebut RT/RW-net.
(dari berbagai sumber)
Apr 09
Mas IptekUncategorized
Disadari atau tidak, kita pasti pernah, bahkan sering menggunakan atau bersinggungan dengan sebuah sistem input data yang bernama barcode. Barcode sejatinya merupakan sebuah temuan yang canggih, sebuah terobosan besar, yang membawa pengaruh luar biasa dalam proses pengolahan data. Sulit dibayangkan, jika ribuan item barang di sebuah supermarket misalnya, harus diinput secara manual, tentunya akan sangat tidak efisien dari segi waktu, tenaga dan biaya.
Barcode adalah susunan garis cetak vertikal hitam putih dengan lebar berbeda untuk menyimpan data-data spesifik seperti kode produksi, nomor identitas, dll sehingga sistem komputer dapat mengidentifikasi dengan mudah, informasi yang dikodekan dalam barcode.
Dewasa ini barcode dapat dijumpai dimana-mana. Coba ambilah sebuah produk di supermarket terdekat, dan periksa apakah terdapat banyak garis hitam vertikal warna hitam yang saling berdekatan. Itulah yang disebut barcode. Di dalam barcode tersebut terdapat informasi (umumnya berupa angka). Angka tersebut biasanya juga tercantum di bawah barcode tersebut.

Mungkin anda bertanya, kalau sudah ada kode angka, mengapa masih diperlukan barcode? Jawabnya adalah bagi alat (atau komputer) lebih mudah membaca sesuatu yang bersifat digital daripada angka yang bersifat analog. Kode barcode dengan warna contrast (biasanya hitam di atas putih) sangat mudah dikenali oleh sensor optik CCD atau laser yang ada pada alat pemindah, untuk kemudian diterjemahkan oleh komputer menjadi angka.
Keuntungan dengan menggunakan Barcode / Kode Baris adalah :
- Proses Input Data lebih cepat, karena : Kode batang Scanner dapat membaca / merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual.
- Proses Input Data lebih tepat, karena : Teknologi Kode batang mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data.
- Proses Input lebih akurat mencari data, karena : Teknologi Kode batang mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi.
- Mengurangi Biaya, karena dapat mengindari kerugian dari kesalahan pencatatan data, dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual secara berulang-ulang.
- Peningkatan Kinerja Manajemen, karena dengan data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka pengambilan keputusan oleh manajemen akan jauh lebih baik dan lebih tepat, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan.
- Kemampuan bersaing dengan perusahaan saingan / kompetitor akan lebih terjaga.

Ada beberapa standarisasi jenis barcode. Berikut ini adalah jenis barcode yang sering digunakan:
Code 39, sebagai simbolik yang paling populer di dunia barcode non-retail, dengan variabel digit yang panjang. Namun saat ini code 39 makin sedikit dipergunakan dan digantikan dengan Code 128 yang lebih mudah dibaca oleh pemindai. Gambar 1. Barcode jenis code 39
Universal Product Code (UPC)-A, terdiri dari 12 digit, yaitu 11 digit data, 1 check digit : untuk kebutuhan industri retail.
UPC-E, terdiri dari 7 digit, yaitu 6 digit data, 1 check digit : untuk bisnis retail skala kecil.
European Articles Numbering (EAN)-8, terdiri dari 8 digit, yaitu 2 digit kode negara, 5 digit data, 1 check digit.
EAN-13 atau UPC-A versi Eropa, terdiri dari 13 digit, yaitu 12 digit data, 1 check digit

Tipe barcode yang banyak di Indonesia adalah EAN 13, yaitu kode barcode dengan 13 digit. Dimana 3 kode awalnya merupakan kode negara Indonesia (899). Kemudian empat angka berikutnya menunjukkan kode perusahaan. Selanjutnya lima angka secara berturut-turut merupakan kode produk dan angka terakhir berupa validasi atau cek digit.
Sejarah Barcode
Pada tahun 1932, Wallace Flint membuat sistem pemeriksaan barang di perusahaan retail. Awalnya, teknologi barcode dikendalikan oleh perusahaan retail, lalu diikuti oleh perusahaan industry. Lalu pada tahun 1948, pemilik toko makanan lokal meminta Drexel Institute of Technology di Philadelphia untuk membuat sistem pembacaan informasi produk selama checkout secara otomatis.
Kemudian Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland, lulusan Drexel, bergabung untuk mencari solusi. Woodland mengusulkan tinta yang sensitif terhadap sinar ultraviolet. Prototype ditolak karena tidak stabil dan mahal. Tangal 20 Oktober 1949 Woodland dan Silver berhasil membuat prototipe yang lebih baik.
Akhirnya pada tanggal 7 Oktober 1952, mereka mendapat hak paten dari hasil penelitian mereka. 1966: Pertama kalinya barcode dipakai secara komersial adalah pada tahun 1970 ketika Logicon Inc. membuat Universal Grocery Products Identification Standard (UGPIC).
Perusahaan pertama yang memproduksi perlengkapan barcode untuk perdagangan retail adalah Monach Marking. Pemakaian di dunia industri pertama kali oleh Plessey Telecommunications. Pada tahun 1972, Toko Kroger di Cincinnati mulai menggunakan bull’s-eye code. Selain itu, sebuah komite dibentuk dalam grocery industry untuk memilih kode standar yang akan digunakan di industry.
Pada tanggal 3 April 1973: Komite memilih simbol UPC (Uniform Product Code) sebagai standar industry.
Cara Membaca Barcode
1. Barcode terdiri dari garis hitam dam putih. Ruang putih di antara garis garis hitam adalah bagian dari kode.
2. Ada perbedaan ketebalan garis. Garis paling tipis = “1”, yang sedang = “2”, yang lebih tebal = “3”, dan yang paling tebal = “4”.
3. Setiap digit angka terbentuk dari urutan empat angka. 0 = 3211, 1 = 2221, 2 = 2122, 3 = 1411, 4 = 1132, 5 = 1231, 6 = 1114, 7 = 1312, 8 = 1213, 9 = 3112
Standar barcode retail di Eropa dan seluruh dunia kecuali Amerika dan Kanada adalah EAN (European Article Number) – 13. EAN-13 standar terdiri 13 digit, dengan pembagian digitnya :
1. Kode negara atau kode sistem: 3 digit pertama barcode menunjukkan negara di mana manufacturer terdaftar
2. Manufacturer Code: Ini adalah 5 digit kode yang diberikan pada manufacturer dari wewenang penomoran EAN
3. Product Code: 5 digit setelah manufacturer code. Nomor ini diberikan manufacturer untuk merepresentasikan suatu produk yang spesifik
4. Check Digit atau Checksum: Digit terakhir dari barcode, digunakan untuk verifikasi bahwa barcode telah dipindai dengan benar
Sekian penjelasan singkat tentang barcode…Semoga dapat bermanfaat bagi
anda yang membacanya..
(dari berbagai sumber)
Apr 08
Mas IptekUncategorized
Ini adalah postingan pertama saya di blog ini. Info IPTEK berisi tentang ulasan ringan seputar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sejarah penemuan, teknologi terbaru, dan juga aneka tips & trik.
Seperti kita ketahui, ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang seiring roda zaman. Sejak zaman purba hingga zaman serba canggih dan computerized seperti sekarang ini, tak kurang dari ribuan bahkan jutaan temuan-temuan baru oleh para ilmuan dunia yang berkontribusi pada perkembangan peradaban manusia.
Kita mesti bersyukur bahwa sebagai manusia, kita dikaruniai akal fikiran dan daya nalar, sehingga manusia dapat berkreasi dan menciptakan kemudahan-kemudahan, terobosan baru, sehingga apa yang dahulu hanya merupakan impian, sekarang telah jadi kenyataan.
Melalui blog sederhana ini saya mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat, dan mengerti bagaimana penemuan-penemuan itu mempengaruhi bahkan turut membentuk peradaban.
Pengaruh dari perkembangan iptek ini tidak selalu positif. Kemajuan teknologi yang menjanjikan kemudahan, kecepatan dan efisiensi, seringkali berbenturan dengan hukum alam, nilai-nilai sosial, bahkan keselamatan dan kelangsungan kehidupan manusia itu sendiri. Tengoklah betapa mengerikan efek dari sebuah bom nuklir yang masih tetap mewariskan derita dan kengerian hingga beberapa generasi.
Oleh karena itu diperlukan kearifan dalam berfikir dan berkreasi, sehingga apapun yang nantinya dihasilkan, dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia di muka bumi.
Semoga bermanfaat!